Frekuensi Posting? Oh, How Much You Make It Daily?!
Berapakah frekuensi melakukan publikasi/posting yang ideal? Mungkin pertanyaan itu adalah pertanyaan yang bisa bernilai 1 juta dollar bagi blogger - karena akan terkesan subyektif, selalu berbeda, terutama jika dikaitkan dengan faktor-faktor lain dalam dunia blogging ![]()
As we know so far, banyak sekali yang men-suggest bahwa kualitas itu yang utama, meanwhile hal itu berarti kuantitas datang belakangan. Aku pribadi setuju dengan hal tersebut, tapi jujur tidak sepenuhnya. Tanpa harus membandingkan mana yang “datang” duluan, dalam poin of view-ku, kualitas itu jelas harus ada (i will discuss this in another time perhaps).
Terkait dengan Blog, jika kalian memang “berhasrat” untuk membangun blog yang populer, maka hal ini akan terkait dengan kuantitas, means kuantitas dalam melakukan publikasi (posting). 1 hal yang cukup mengejutkan ketika beberapa hari yang lalu aku membaca artikel Darren yang berjudul “34 Reasons Why Readers Unsubscribe from Your Blog - 34 Alasan Mengapa Pembaca Berhenti Berlangganan Berita Dari Blog Kalian“, yang menjadi alasan utama adalah “Terlalu banyaknya publikasi (posting)”.
Hah! Bagaimana mungkin hal itu terjadi mengingat blog-blog yang bisa dibilang populer seperti TechCrunch, Lifehacker, Problogger, Engadget, memiliki frekuensi posting yang tinggi, rata-rata minimal 2-3 artikel yang dipublikasi setiap harinya?
….
Lama aku mencoba berpikir dan membaca ulang artikel tersebut, hingga aku mendapatkan beberapa kemungkinan jika alasan yang digunakan adalah “Terlalu banyak publikasi”. Pertama, aku rasa terkait dengan selera pembaca, lebih tepatnya subscriber, terhadap sebuah topik tertentu. Aku tidak menganggap blog ini populer dan memang tujuanku tidak ke arah sana memang, akan tetapi cobalah kita jadi contoh agar lebih mudah.
Indonesian Blogger’s Lifehack, as tou see in About Page, Blog yang berfokus pada pengembangan diri blogger terkait dengan aktifitas blogging yang dijalaninya agar sukses dalam melakukan online marketing.
Seperti yang kalian lihat juga di halaman depan, aku menyajikan banyak kategori - blogging, writing, lifehack, design, strategy, etc. Platform yang aku gunakan adalah Wordpress. Now, lemme draw you a question:
Dari beberapa kategori tersebut, mana yang prefer banget untuk kalian simak (membaca artikel-artikelnya)? Apakah design, writing, atau yang lain mungkin?
Anggaplah kalian suka tentang “writing”, then decide to subscribe. Beberapa waktu kemudian ketika membuka email (jika subscribe menggunakan email), adalah artikel-artikel yang kebanyakan berasal dari kategori di luar “writing”. Apa yang kalian rasakan? Kesal karena melihat setumpuk headline yang tidak diharapkan sementara yang diharapkan hanya beberapa gelintir?
Thinking to unsubscribe? Aku yakin iya, karena dari pengalaman pribadiku, selama bergaul dengan subscription sebuah info - pun juga begitu
Itu normal sekali…
Kedua, hanya beberapa pengguna internet yang menggunakan fasilitas Feed entah itu melalui RSS ataupun Email. Yang lain masih banyak yang menggunakan old-days attitude, bookmark atau langsung mengunjungi website/blog - only keep the name of blog in their mind.
..:: Kesimpulan ::..
Tentang Frekuensi Posting, apakah harus 2-3 per hari atau berapapun jumlah dan internal waktu yang digunakan, terkait dengan artikel Darren dimana berkesimpulan bahwa alasan mengapa Subscriber unsubscribe adalah karena “Terlalu banyak posting”, aku rasa hal tersebut hanya berlaku pada beberapa pengguna internet saja. More over, personally, meski kadang jumlah subscriber bisa memicu pertumbuhan blog ketika ada pengunjung yang datang, hal tersebut bukanlah sebuah ukuran mutlak untuk melihat pertumbuhan sebuah blog - banyak faktor lain diluar itu.
1 hal yang menjadi poin dari banyak “essay”ku diatas (hehe…), terkait dengan Frekuensi Posting, bukan tentang banyak sedikit posting yang dilakukan setiap hari atau waktu tertentu. Akan tetapi, cobalah pahami, jika kalian telah memutuskan membangun sebuah blog dengan topik tertentu, usahakanlah untuk meng-COVER semua hal yang ada dalam topik tersebut and keep consistent. That’s all!
Hopefully work for all of us
Agree, disagree, question, or another expression of you related this post, you may use the Form bellow, ok boss?!







![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=2a7daf01-78de-4210-b2da-b4e37b0f8e5c)





















wah, teralu sering posting malah “membunuh” blog itu sendiri y?
hmm… sepertinya itu akan terjadi pada blog dengan cakupan terlalu luas y. Sebuah peringatan lagi untuk saya nih.
dulu pernah siklus updatenya 3 post per hari. belum kuat juga. sekarang 1 - 2 posting deh perharinya
Bukan Frekuensi yang penting, tapi seberapa teratur.
Bila teratur, meskipun cuman 1 minggu sekali, pembaca sudah bisa ancang-ancang. Tapi kalo minggu ini 10 posting, minggu depan kosong. Ini yang bikin bingung, meskipun sudah pakai reader.
Tapi setuju juga kalo posting terlalu banyak, jadinya sudah untuk diikuti. Saya sih lakuin 1 posting aja perhari, sambil baca kualitas.
Betul jangan terlalu sering dan banyak, orang jadi males baca karena umumnya orang datang pasti cuman melihat artikel terbaru dan mau komen..jadi biarkan orang komen dulu baru posting lagi..
SAya setuju keteraturan mendukung kepopuleran…
@Ivan, Bloggingly, Blogunik: Sebelumnya thanks banget atas sharing2nya. Dari hasil riset memang seperti itulah yang terpampang. Another reason, bisa jadi pembaca pun pengunjung, malah bertanya-tanya, seberapa kualified artikel yang dipublikasi, jika katakanlah terdapat 3-4 publikasi per hari.
Seperti yang disuggest Ivan sebelumnya, keteraturan - being consistent is a must for a blogger. Tapi ya jangan banget2lah : Ntar 1 bulan sekali. Aku pribady, prefer sekali menulis langsung banyak. So far, sampai 5-7 artikel - then aku spread dengan TimeStamp Feature, sehingga beberapa hari ke depan aku bisa leluasa dalam memantau pun sembari promosi ke blog lain
In case, kebanyakan orang yang datang selalu berusaha membaca artikel baru, aku coba menghilangkan tanggal di halaman depan, dan menampilkannya hanya pada Archive pun Single.
Satu yang masih aku kurang mengerti, waktu publikasi. Terus terang, aku masih trial-trial juga untuk mendapatkan waktu publikasi, dengan menempatkan UPCOMING Articles pada jam yang berbeda-beda. Ya, ahead mungkin hasilnya bisa didapatlah
Any idea terkait dengan waktu publikasi?
Konsisten, bener banget…!

Saya juga sedang berusaha ke arah itu…
Di blog sebelumnya, subscriber saya naik turun secara dramatis..
@HeLL-dA: Konsisten memang kunci dalam aktifitas blogging. Terserah mau berapa periode sekali, yang penting ada jadwal yag jelas, sehingga pembaca dan pengunjung tidak “floating on hope” - means menunggu artikel yang belum jelas kapan datangnya.
Logis bukan jika kemudian ditinggalkan?!