Bagaimana Memilih Nama Blog Yang Readers Oriented
Ada beberapa aturan yang sebenarnya bukanlah sebuah keharusan dalam hal memilih nama Blog. Kenapa bukan keharusan, karena hal tersebut subyektif sekali, dimana masing-masing pribadi memiliki hak penuh pun keinginan untuk menjadikan nama Blognya seperti apa.
Berikut 3 aturan sederhana yang harus kalian pertimbangkan dalam memilih nama blog agar readers-oriented:
1) Harus mampu menjelaskan Blog yang kalian maintain: akan menjadi sebuah kemungkinan yang amat besar jika orang melihat link blog kalian di internet. Mungkin melalui search engine, yang menyajikan link-link. So, uahakanlah sebisa mungkin blog kalian memiliki nama yang cukup bisa menjelaskan apa topik yang terkandung di dalamnya, sehingga orang akan bisa mengambil keputusan dengan cepat, apakah mereka akan mengunjungi.
So far dari pengalamanku sendiri, aku tidak tertarik dengan nama blog yang memang tidak mampu memberikan big-picture akan apa yang menjadi fokus blog tersebut. Once again, buatlah nama blog yang sedeskriptif mungkin!
2) Mudah diingat: katakanlah blog kalian yang membahas tentang bersepeda, fitness dan tips-tips kesehatan secara umum. Dengan memberi nama “Blog Bersepeda, Fitness, dan Hidup Sehat”, maka orang akan lebih mudah mengingatnya, pun deskriptif seperti yang aku ulas pada poin 1. To be suggested: Buatlah nama yang singkat!
3) Menyerupai/equal dengan nama domain: aturan yang satu ini, aku tuliskan based on my mistake when choosing mehnings.com. Mehnings.com tidak equal dengan Indonesian Blogger’s Lifehack sama sekali. Aku sadari kesalahan itu beberapa minggu setelah aku mulai menulis, dimana waktu itu aku berpikir apakah tidak lebih optimal jika nama domain sejalan dengan nama blog. Dan, aku salah dalam hal ini, karena mehnings.com lebih mengarah pada sisi personal karena menggunakan namaku (baca: me, hning - apostrof s hanya untuk menunjukkan milik :)).
Penjelasannya, ketika orang mengunjungi blog kalian melalui link (dari search engine), yang mereka lihat hanyalah nama blognya. Beberapa hari setelahnya, ketika mereka berniat mengunjungi blog kalian lagi, rata-rata haya menuliskan nama blog diakhiri dengan dot com. Jika nama domain tidak equal dengan nama blog, sehingga orang tidak akan bisa dengan mudah menemukannya, bisa dipastikan mereka akan beralih ke tempat lain.
So, cobalah untuk mempertimbangkan kesesuaian antara nama domain dan nama blog kalian. Jika toh sudah terlanjur, pesanlah domain yang equal dengan nama blog, and then import saja database-nya plus redirect domain lama ke domain yang baru. Beres!
Last, boleh aku meminta pendapat nama domain yang bisa aku gunakan untuk blog ini agar sejalan dengan nama blog?




























hahaha..sama Ra..dulu aku juga bingung mau pakai nama apa. Kenapa Liteforward ? awalnya tertarik sama logo/icon forward yang biru (aku suka biru) pinginnya sih duu hanya sebagai blog yang ingin meneruskan isi isi posting/artikel yang bagus. Tapi lama2 kok ..kesannya gak kreatif..makanya udah deh..liteforward aku tinggal aja..mau buat blog baru. namanya mudah diingat.
Saaran aku namanya apa ya ?blogwalker.org..masih kosong tuh.
upss ra..gimana kalau kita buat nama blog baru rada mirip..misal..ada 77 atau 99 nya ?
@FnD: beberapa waktu yg lalu aku telp Daniel Scocco, DailyBlogTips, ngobrol2 seputar nama domain dan blog.
Dan memang seperti yg aku tulis, pertama harus tahu dulu topik yg menjadi fokus.
Ambilah contoh DailyBlogTips, Problogger, Copyblogger etc. Ketika kita membaca nama domain mereka, kita langsung bisa capture big picture yg ada di dalam blog tersebut kan?
More, jangan menggunakan nomor, tanda hubung dll coz difficult to be spelled in readers mind. And terus terang, aku sendiri membuat kesalahan dalam hal ini. Mehnings.com itu nama domain yg buruk, dan terus terang amat susah untuk melakukan seperti yg Maki lakukan - doshdosh.com, dengan membranding kesalahan nama domain dengan nama blog.
Final suggestion, tentukan dulu topik, setelah itu baru cari nama domain yg match.
Ps: so far dot com is the best bro
Domain suggestion: mimeblogger.com - untuk menjadi yg terbaik, tidak perlu menjadi perintis/pioneer. Cukup tiru (mime) saja jejak para perintis tersebut, tambahkan kreatifitas. Begitu bagaimana?